Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Aqidah

Artikel Islam #1: Sesat Menyesatkan Adalah Hak Allah dan RasulNya

Judul               : SESAT MENYESATKAN ADALAH HAK ALLAH DAN RASULNYA Waktu             : Agustus 14, 2015 Penulis             : bidahmunkaroh  (Agus Santosa Somantri) Source             :  https://agussantosa39.wordpress.com/category/14-syubhat-syubhat-ahli-bidah/33-sesat-menyesatkan-adalah-hak-allah/ Artikel             : SESAT MENYESATKAN ADALAH HAK ALLAH DAN RASULNYA Seringkali para pembela Tauhid para pembela sunnah mendapatkan cemo’ohan sebagai kelompok yang mudah dan gemar menyesatkan orang atau kelompok lain. Perlu diketahui bahwa Islam melarang menuduh sesat, ahli bid’ah, musyrik, kafir terhadap seseorang atau suatu kelompok, kecuali memang d...

Christmas is Ours? Sikap Larangan sebagai Muslim

Cara Menyikapi Larangan Hari Raya Natal Oleh: Ustadz Adi Hidayat, Lc., MA hafizahullah ta'ala Pertanyaan: Hukum mengucapkan Natal dan cara menyikapi maupun berdakwah kepada saudara-saudara kita yang beragama Nasrani? Jawaban: Pertama, pertanyaan ini selalu ditanyakan setiap tahunnya. Padahal ketentuannya JELAS dan aturannya dapat dipahami dengan baik. Kedua, hal ini sebenarnya sudah selesai. Tinggal perlunya penegasan untuk memperkuat keimanan kita. Hukum mengucapkan “Selamat” kepada agama lain di LUAR KEYAKINAN kita dalam KEIMANAN kita sebagai muslim itu TIDAK DIPERKENANKAN, HARAM HUKUMNYA. Karena didalamnya terdapat unsur pengakuan adanya dien selain Islam atau agama yang dibenarkan selain Islam, itu tidak ada di wilayah Iman kita. Indahnya, dalam Al-Qur;an dituliskan dan dijelaskan, “ Laa iqrohal fiddiin ” yang artinya “Tidak ada paksaan (tid...

Pendapat Para Senior tentang Iman

MANUSIA  memiliki perbedaan antara satu dengan yang lainnya. Yang paling utama dan paling tinggi derajatnya adalah para Rasul ulul 'azmi , dan yang paling rendah derajatnya adalah ahli tauhid yang mencampur-adukkan amal baik dan amal buruk. Di antara keduanya terdapat banyak sekali tingkatan dan derajat yang hanya diketahui oleh Allah semata. Karena Dialah yang menciptakan dan memberi mereka rezeki. Manusia memiliki perbedaan dalam tingkatan iman di hati. Selain perbadaan iman di dalam hati, amalan-amalan iman lahiriah mereka juga pun berbeda-beda. Bahkan, mereka berbeda dalam satu amalan yang mereka semua lakukan di saat yang sama dan di waktu yang sama. Di antara dalil-dalilnya adalah firman Allah dalam Al-Qur'an yang berbunyi, yang artinya: "Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaik...

Fluktuasi Iman

IBNU ABDILBARR berkata, "Iman bertambah dan berkurang". Inilah keyakinan yang dianut sekelompok ahlus sunnah, fuqaha, dan ahli fatwa dari berbagai wilayah. Di antara dalil-dalilnya adalah firman Allah, yang artinya: "Untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada)."   (QS. Al-Fath: 4) Dan firman-Nya, yang artinya: "Dan yang demikian itu menambah keimanan dan keislaman mereka."   (QS. Al-Ahzaab: 22) Nabi shalallahu 'alaihi wasallam  bersabda kepada kaum wanita, "Aku tidak melihat wanita-wanita kurang akal dan agama, namun mampu mengalahkan orang-orang berakal, melebihi kalian."  [1] At-Turmudzi berkata dalam bab kesempurnaan iman bahwa, "Iman itu dapat bertambah dan berkurang."  Selanjutnya dalam bab ini, At-Tirmidzi menyebutkan hadits Aisyah ia berkata, "Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Sesungguhnya orang-orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik budi peke...

Beriman atau Kafir? Pilihan Ummat Manusia

SECARA ETIMOLOGI iman adalah percaya . Saudara-saudara Yusuf berkata kepada ayah mereka, yang artinya: “Dan engkau tentu tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami berkata benar.” (QS. Yusuf: 17) Sedangkan menurut TERMINOLOGY syariat, iman adalah percaya kepada Allah, malaikat-malaikat Allah, kitab-kitab Allah, rasul-rasul Allah, hari kemudian, dan takdir Allah; baik maupun buruk. Inilah jawaban yang disampaikan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam kepada Jibril alaihissalam . Iman menurut syariat mencakup perkataan dan perbuatan, karena iman adalah keyakinan, perkataan, dan perbuatan. Keyakinan di hati, mengucapkan dengan lisan. Mengamalkan di hati, lisan, dan seluruh anggota badan. Dalil menunjukkan amalan-amalan termasuk dalam iman adalah firman Allah, yang artinya: “Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia.” (QS. Al-Baqarah: 143) Yaitu, Allah tidak akan menyia-nyiakan sholatmu, sepert...